Category Archives: books review

Remember When

“Ketika Kau dan Aku Jatuh Cinta”

Pada awalnya, gua ga berniat buat beli novel karya Winna Efendi ini. Tapi apa daya, covernya begitu menarik.. wkwkwkw… Iya, alasan yang dangkal untuk membeli sebuah novel. Sewaktu gua baca resensinya di balik novel ini pun, kayaknya gua ga bisa menemukan bayangan kayak apa isinya. Yang jelas ceritanya seputar cinta-cintaan. Taglinenya pun sangat sederhana, “Ketika kau dan aku jatuh cinta”. Well, a lot of things can happen when you’re in love, right. Jadi akhirnya dengan tanpa berharap apa-apa, gua pun membeli novel ini.

Ternyata, novel ini bercerita tentang 5 anak SMA yang saling mencinta. Freya, Gia, Moses, Adrian, dan Erik. Siapa suka siapa sementara yang disuka malah suka sama siapa. Begitulah. Topik yang sangat sederhana dengan setting yang sangat umum pula, jaman SMA. Yang menarik, gua awalnya agak ragu karena gua kan sudah tua tahunan ga ngerasain jaman SMA dan jaman SMA itu feels like decades ago. Hahahaaa.. Tapi Winna Efendi ini sangat pintar bercerita sehingga gap umur itu ga terasa sama sekali. So smart! Detail mengenai jaman SMA hanya berkisar masalah umum saja, sehingga gua masih bisa menikmati dan malah jadi teringat jaman sewaktu gua SMA. Hahahaa.. nice!

Konfliknya juga natural. Sangat realitis sehingga masuk akal dan logika gua sebagai pembaca yang lumayan rewel sama urusan ini.

Endingnya… well, gua sebenernya mengharapkan ending yang lebih dramatis. Hahaha.. tapi novel ini seolah-olah ingin menyampaikan pesan moral bahwa ketika kita mencintai seseorang, kita harus berjuang untuk kebahagiaan orang yang kita cintai tersebut. Apakah dengan melepasnya pergi atau menjaganya tetap di sisi kita, itu tergantung sudut pandang pribadi kita masing-masing. Jadi gua cukup puas dengan ending novel ini yang menurut gua cukup ideal.

Tandas dilahap dalam 4 hari saja, novel setebal 248 halaman ini cukup membuat betah dan penasaran. Gaya bercerita novel ini terdiri dari sudut pandang 5 orang tokoh utamanya. Jadi kita bisa tau siapa berpikir seperti apa. Cukup tricky sih, karena jika penulisnya ga lihai, bisa-bisa malah jatuhnya novel ini akan menjadi membosankan dan udah ga surprise lagi. Tapi lagi-lagi, Winna Efendi lihai sangat memainkan tiap kata dan kalimat sehingga tetap bikin penasaran dan ga ada spoiler. Very nice!

4 bintang karena 1 bintangnya buat selera gua yang susah buat dipenuhi. Hahahaa.. cerita menuju endingnya menurut gua yang kurang greget. Keburu ada spoiler beberapa halaman sebelumnya. Damn!

*crossposting di goodreads

Iklan

That’s the kind of magic

Celebrates Saturday night, alone at home because hubby off to work. So, after hours of doing laundry and work around the house, I’m on my bed, have fun with fave TV Show, fave DVDs, book, and of course… internet. haha!!

Yang pasti, gw nungguin acara Master Chef Indonesia di RCTI. wkwkwkwkwkwkk… seru man! Minggu lalu kan Fero dieliminasi, skrg dia duel ama Hendri en menang. Jadi balik lagi deh dia masuk jadi kontestan. Seru banget.. apalagi Master Chef Juna pamer kebolehan masak lobster.. yummy!!!!! (lobsternya, bukan Juna nya.. hahaha).
Man who cooks are sexy.. hohohohooo


So anyway, abis itu gua lanjut dengan nonton serial “Modern Family”. Ngabisin season 2 nya. huhuhu…
Yang gua suka dari serial ini tuh karena film ini adalah film drama komedi tentang keluarga. Semenjak FRIENDS abis masa tayangnya, kayaknya gua ga nemu serial drama komedi yang oke.. Nah, baru Modern Family yang bisa ngegantiin posisi FRIENDS di hati gua. hahaha… meskipun ga bisa disamain sih. FRIENDS mah hands down, the best TV Serial ever made.

All that Jazz


Trus gua lanjut deh nonton DVD konser Nikki Yanofsky. Wooooo, so pretty! lagunya ternyata enak2 en enjoyable. hahahaha.. pdhl pas beli DVD ini tuh agak gambling karena gua ga tau siapa si Nikki itu. Ternyata dia penyanyi Jazz terkenal asal Canada. Masih muda ui, umur 16 tahun kl ga salah.
Parasnya sih mengingatkan pada Norah Jones yang juga kalem2 gimana. hehehhee… Ga nyesel lah beli DVD konsernya dia. Asik banget buat nemenin malam minggu sendirian di rumah. (hihi, berasa jadi Bridget Jones aja gua ya..)

Our scar has a way to remind us that the past is real ~ Hannibal Lecter on Red Dragon


Nonton DVD Konsernya si Nikki itu gua sambil baca2 lagi novel lama “Divortiare” karya Ika Natassa. hohoho.. so addicted! such a nice way to write a novel. Sukaaaaaaa banget gua sama gaya tulisannya si Ika. Novel dia yang pertama gua baca tuh “A Very Yuppy Wedding”. Ceritanya agak mirip dengan Divortiare ini. Karakter orang2 di dalamnya mirip2. hihihii.. Jadi inget novel yang satu itu lagi dipinjem temen en belum dibalikin ampe skrg 😦 huhuhuu…
Novelnya blm abis gua baca lagi. Trus keburu bosan dan ingin onlen. wkwkwkwkwkww….

So, there you go. My saturday night, yang bentar lagi abis. huhu. Weekend terasa sangat cepat berlalu ya. Belom2 udah abis en harus setting mood buat gawe hari senin. Hiks…

“Dont it seem strange
how dreams just float away?
They leave us with questions
for another day”
~~ For Another Day, Nikki Yanofsky

glam girls, the Novel

Minggu ini, niat ke toko buku cuman buat sekedar liat2 novel. Lagi pengen baca nih. Tapi ga punya referensi apapun. Jadi ya, berakhir cukup tragis. Hohohohoo..

Entah apa yang bikin gua beli novel ini ya, pdhl dari covernya aga2 gimana gitu. Hm, tapi ya.. gitu deh, akibat ngebet pengen punya bacaan, jadi ya.. dibeli juga di detik-detik terakhir.

Read the rest of this entry

Pillowtalk

“Setiap hati punya rahasia”

Okay. ini novel yang baru gua baca beberapa minggu lalu. Habis dalam 3 hari kerja, yang berarti gua ga bisa lama-lama ninggalin buku ini. Penasaran banget sama kelanjutannya tiap kali gua harus menunda baca utk ngelakuin sesuatu.

Sebenernya sih, inti ceritanya biasa (banget). 2 orang sahabat, cowok dan cewek, yang ga bisa memungkiri kalau mereka saling sayang (dan cinta!). ohohohoooo.. sangat standar ya.
Yang ga bikin standar adalah cara bercerita Christian Simamora yang luwes banget. Sumpah deh, sampe gua berpikir bahwa Christian Simamora itu seorang wanita (ups!). Dan menariknya, karakter Jo dan Emi yang kuat banget. Emang sih, beberapa orang menganggap novel ini terlalu hedonis untuk ukuran novel lokal yang settingan tempatnya di Indonesia. Jakarta, tepatnya. Tapi Jakarta gitu loh, menurut gua pribadi sih, gada yang ga mungkin di Jakarta. Hedonis? Pasti. Bukan sah2 aja loh, tapi kenyataannya emang ada yang begitu.
So, that’s not an issue for me, it’s just a novel anyway. So, gua sih terima aja ya.

Gua sangat menikmati novel ini, well at least sampai 3/4nya sih. Ketika ceritanya mulai ketebak, kok rasanya ga asik lagi ya. Di akhir-akhir novelnya kok rasanya Christian Simamora jadi terburu-buru buat bikin novel ini selesai. Padahal, menurut gua sih, masih bisa ada twist2 dikit biar ga kerasa hambar aja gitu endingnya. Hmmm.. Tapi overall, i like this novel. Idenya simpel banget tapi cara penyampaiannya cukup bikin gemes. Konfliknya dapet, gimmicknya oke.

I wouldnt tell you how it’s ending, though. That would be suck. Entar jadi ga seru lagi… meskipun sudah ketebak bakal gimana endingnya, bukankah bakal lebih seru kalo baca sendiri dan menikmati tiap kalimat yang tersaji di novel setebal 459 halaman ini.

I could give you a million reasons
why we should not be friends
~ Half Boyfriend, Jay Brannan.

dan yang bikin gua gemes adalah … (spoiler ahead, so kayaknya gua cut di sini ya, kl dah baca ato ga peduli spoiler, boleh di klik selanjutnyaah)
Read the rest of this entry

%d blogger menyukai ini: