Kids and Me

Dulu, gua ingat bahwa gua ga suka anak kecil. Kalau kemana-mana, tiap dekat anak kecil, gua selalu meringis dan berusaha untuk ga dekat-dekat. For me, kids will always seems like a lot of work. Too much hassle and all.

But then, i got married. And of course, the never ending questions about having kids will always there. At that time, the idea about marriage without kids was never on my mind. Though the idea of having kids also never really set in. I guess i’m like, do what i expected to do.

So, now i am having two kids. Which i adore. And never want to replace them with anything. It’s just, kids are kids. They behave like kids. They do kids stuff. And I try my best to keep myself together and deal with it.

Days ago, i read this person talks about his decision for having childfree on his marriage. His and his wife decided on having no kids. Many people ‘attacks’ him and told him that it’s a very wrong decision. But there also people who supports the decision. I’m in no position to judge but i may say that it is a very brave thing to do. I wish i have that much guts to do that.

Punya anak itu, harusnya, memang hasil dari pemikiran matang yang panjang dan bener-bener keluar dari keinginan. Bukan cuman karena ‘ya udah seharusnya’. Karena punya anak itu berat. Secara finansial udah pasti. Secara mental, ini yang kadang ga kebayang kalau belum menjalani. Punya anak itu dituntut komitmen  yang lebih dari menikah. Kalau menikah lu ga cocok pun ujungnya bisa cerai. Kalau punya anak, lu ga cocok ama anak lu, ya itu tetap anak elu. (dan kesalahan ada di orangtua sih, kl ga cocok ama anak elu, ya salah elu).

Pengorbanan untuk anak itu, menurut gua memang udah kewajiban. Tapi ya namanya manusia, tetap lah manusia. Tetap ada rasa cape karena terus menerus dikuras energi nya. Energi fisik, energi mental. Yang namanya kasih sayang sepanjang masa itu memang ada, tapi ya ga gitu juga sih.

Anak itu, memang kewajiban orangtua untuk urus dan didik sebaik-baiknya kita bisa. Jadi kalau untuk gua, ga ada istilah anak hutang budi sama orangtua. Sampai kapanpun, gua ga ingin menganut mind set bahwa anak harus balas budi. No. Anak itu tidak hutang apa-apa. Gua yang hutang sama mereka. Anak itu ada disini, karena gua – orangtuanya – yang ingin dia ada disini. Jadi ya, udah seharusnya sih gua ga minta balas budi.

Kalau ada istilah anak durhaka, anak ga tau balas budi, bla bla bla.. well, i refuse to have that kind of mind set. Ga ada anak durhaka, yang ada itu orangtua yang ga mengenal anaknya. Ga ada anak ga tau balas budi, karena memang ga perlu. Memang ga seharusnya. Anak ga tau terima kasih? Ya salah orangtua ga ngajarin yang namanya empati dan rasa syukur. Anak kurang ajar? Ya udah jelas kurang diajarin sama orangtuanya.

Label anak durhaka, anak ga tau balas budi, anak kurang ajar, anak ga tau terima kasih, itu ya umumnya diberikan ke anak2 yang sudah bisa mikir, kan. Bukan anak balita tau2 dibilang anak kurang ajar. Anak itu ga tau-tau besar, ga tau2 punya pemikiran jahat dan ‘kasar’ kayak gitu. Pengaruh lingkungan ? ya tanggung jawab orang tua sih itu. Kalau dibilang salah gaul, gua masih percaya kalau anak2 dibekalin ajaran yang bagus sama orangtuanya, lingkungan/teman2 seburuk apa juga ga akan kebawa kok. Pengaruh negatif itu akan selalu ada. Ga bisa dicegah. Yang bisa dilakuin itu, kasih anak2 ‘senjata’ akal budi yang bagus.

Anak-anak itu, ya anak-anak. Keperluannya banyak. Butuh perhatian, butuh waktu, butuh hati. Ibaratnya, 90% semua diri kita ya untuk mereka. Sampai mereka mandiri. Dan itu, sangat menguras energi. Seperti ada yang merampas semua ‘hak’ elu menjadi manusia. Pokoknya, lu ga bisa protes karena ya itu anak elu.

Meskipun iya memang, tetap ga boleh kehilangan diri sendiri. Harus tetap kuat dan mikirin diri sendiri juga. Cuman ya porsinya ga sebanyak waktu belum punya anak.

Gua tau, akan ada waktu dimana gua kangen masa-masa mereka masih tergantung sama gua. Akan ada waktu dimana semua ‘hak’ gua sebagai manusia itu akan kembali gua dapatkan. Nanti, kalau mereka udah bisa mandiri, gua akan punya banyak waktu dan energi untuk diri gua sendiri.

Makin waktu berjalan, gua menyadari bahwa gua banyak belajar tentang diri gua sendiri dari menghadapi mereka. Ternyata gua ga sesabar yang gua kira. Ternyata gua ga se-prepare yang gua pikir. Ternyata gua ga cukup besar hatinya untuk ga marah-marah. Ternyata ini ternyata itu. Ternyata banyak hal yang masih harus gua pelajari. Semua trial dan error. Banyak errornya tapi sejalan waktu, harusnya sih selalu lebih baik ya.

Satu hal yang gua pegang, untuk gua ingat-ingat selalu. Gua harus ingat semua perjuangan gua ini. Bukan untuk gua tagih balas budi. Tapi justru untuk gua balas budi di saat mereka nanti dewasa, gua harus bisa memahami posisi mereka nanti ketika mereka kelak menjadi orangtua. Kelak mereka memutuskan untuk menikah/tidak, untuk punya anak/tidak, untuk menjalani kehidupan mereka yang seperti apa. Gua harus ingat bahwa apapun keputusan mereka kelak, gua ga boleh ikut campur. Yang harus gua lakuin adalah mensupport apapun itu. Harus yakin bahwa bekal yang gua kasih ke mereka sudah cukup untuk mereka pakai. Ga boleh sumbu pendek. Ga boleh panik. Kalaupun gua ga setuju dengan mereka, yang gua bisa lakuin adalah mencoba memahami. Bukan menentang. Karena sebagai orangtua, posisi kita adalah di samping. Bukan di seberang. Itu yang harus gua ingat. Seaneh-anehnya mereka jalanin kehidupan mereka, itu hidup mereka. Itu anak gua. Gua orangtua nya. Jadi nanti kalau berantakan, gua dan anak gua tetap ada di 1 tempat, bukan berseberangan.

Ego sebagai manusia, biasanya bikin gelap mata. Bikin sumbu pendek. Bikin emosi. Gua ga boleh seperti itu. Ingatlah semua beban kehidupan yang harus dijalani. Janganlah nambah-nambahin beban dengan ada di seberang dari anak elu.

Semoga gua ingat ya. Hahahaha..

Oiya, yang harus gua ingat adalah jadi orangtua itu cape. Secara fisik bisa istirahat juga segar lagi. Tapi secara jiwa, secara emosi, secara hati dan mental, obatnya cuman 1. Liburan. Get away for awhile. Leave everything behind and do your thing. Jadi ketika lu balik, keadaan emosi lu udah kembali netral lagi.

Bermusuhan sama anak itu ga pernah ada enaknya. Ga pernah bikin masalah jadi beres. Yang ada malah bikin tambah berat. Bermusuhan cuman mau buktiin siapa yang benar, ego siapa yang lebih tinggi. Siapa yang lebih kuat. Bullshit lah itu semua. Ga akan ada ujungnya.

Jadi orangtua itu ya tugasnya bikin adem,  bukan bikin rumit. Jadi kalau anak menentang, tugasnya orangtua itu ya memahami (bukan asal memahami ya, tapi coba lah untuk mengerti apa yg jadi pertimbangan si anak). Bukan malah bikin makin bersebrangan. Jadi jangan nyalahin anak kalau terus hubungan antara anak dan orangtua ga harmonis. Anak itu ga tau2 besar, ga tau2 dewasa. Kalau ga ‘dirawat’ hubungannya, ya ga heran kalau ketika anak nya udah besar, udah saatnya mandiri, ego nya bentrok.

Makanya, gua bilang tadi, punya anak itu harus dari keputusan sadar dan keinginan sendiri. Bukan karena ‘ya udah seharusnya’. Karena jadi orangtua itu berat.

Itu aja sih.

Random stuff

Iya, gua tau itu challenge yg kemarin itu memang ga selesai. Hahahhaa.. memang payah gua ga pernah kelar kalo ikutan challenge. Jadi ya udahlah ya, cukup sampai disitu aja. Sekarang nulis bebas lagi..

Jadi, terakhir itu kan gua cerita si Dylan mulai sekolah. Sekarang udah 1/2 jalan. Tar juni tau2 udah naik ke kelas K2. Ya ga tau2 juga sih.. hahaha

Dylan masih suka sekolah. Kalau pagi dia malas2an, gua selalu nanya, “Jadi mau sekolah atau ga?”
Dia selalu jawab, “mau sekolah”.
Pernah kan dia sakit, jd ga masuk sekolah. Kl dia sadar dia itu harusnya sekolah, dia suka nanya, “kok dylan ga sekolah, dylan mau pergi sekolah”. Dikiranya gua menghukum dia ga dianterin ke sekolah gara2 nakal atau apa. Pdhl mah karena dia sakit, takut nular ke anak lain dan ya ga tega juga pucat pasi disuru masuk sekolah..

Saka, adiknya, harusnya sih tahun depan ya masuk sekolah. Atau kl mau seperti dylan, ya pas dia umur 4thn baru masuk. which is masih 2 thn lagi. Kayaknya sih gua cenderung 2thn lagi aja biar pas Dylan masuk SD, kan pindah sekolah. Jadi biar 1 sekolah sama Dylan.

Saka ini agak tricky, karena lahir desember. Jadi kl dia masuk 2 thn lagi, sebenernya kan umurnya udah 4thn 1/2. Jadi kehitung telat. Umur nanggung gitu. Biasanya bikin galau ibu2 dengan anak lahir desember.

Diluar urusan sekolah, kayaknya kehidupan gua ya begini2 aja. Cuman waktu memang habis buat fokus ke anak2 sih. Which I dont mind. Gua percaya bahwa apa yg gua lakuin ini adalah semacam investasi buat di masa gua tua gua masih mau diajak ngobrol sama anak2 gua.

Oiya, kemarin itu, Saka lagi mogok makan nasi. Susah banget disuruh makan nasi. Gua sampai berantem2 ama nyokap gua. Disangkanya gua ga terlalu peduli gitu itu anak ga mau makan. Well, bukan ga mau makan sama sekali juga sih sebenernya. Cuman ga mau makan nasi aja. Makan yg lain dia mau kok. Roti, buah, biskuit, sayur2 yg ditumis atau rebus gitu dia mau. Dikasi kentang goreng, sosis, baso gitu dia makan. Pasta macam mie, makroni gitu dia juga mau.

Cuman nyokap gua ini kan memang bawel ya, gua pusing gitu kayak dianggap ga becus melulu. Gua sebenernya cukup yakin dan PD ama gaya parenting gua ke anak-anak. Kalau ada beberapa orang menganggap gaya gua sedikit ‘bebas’ dan ‘kurang pas’, ya gapapa juga sih. Gua bukan ga peduli, cuman gua merasa cukup yakin gua ngerti anak2 gua. Gua punya siasat sendiri, punya trik sendiri. Lagian anak2 gua ga gua sakitin kok, ga gua siksa. Lu pikir gua gila apa.

Tapi nyokap gua ini merasa kalau belum makan nasi ya belum makan. Lha itu anak umur 2 thn dipaksa makan ya mana mau. Sampe nangis2 saka disuru makan sama nyokap gua. Kl gua udah kesel, gua biarin aja nyokap gua yang suapin. Kalau bisa, ya hebat. Tapi gua sih lebih milih cara ya ikutin dulu ajalah itu anak mau makan apa. Lagi ga mau nasi, ya udah, toh makanan lain masih masuk. Tiap hari masih minum susu, gua pun kasih madu tiap hari. Trus? Kurang gizi dimananya?

Kalau pakai argumen, “ya mama kan takut anak kamu sakit, kurang gizi”

Gua bisa bilang, memang sekarang anak gua itu kurus? lemes? ga bersemangat? sakit2an?

Kalau anak gua sama sekali ga mau makan, baru gua worry. Misal sama sekali ga ada yg dia mau. Ga makan apapun. Barulah itu gua khawatir. Tujuannya baik, ngerti. Maksudnya baik, ngerti banget gua. Tapi ya ga gt juga caranya atuh lah..

Akhirnya, setelah 3 mingguan dia ga mau makan nasi, perlahan2 dia mau lagi makan nasi. Jadi, intinya, ngurus anak itu ga boleh pakai ego. Ga boleh kaku. Ga akan jalan. Kalau prinsip gua sih, tujuannya apa. Kl cara kan bisa macam2 ya, tergantung karakter nya anak. Ga bisa itu disamain. Nyokap gua ini orangnya main sama ratain aja. Kalau apa2, suka bilang, “Dylan bisa, kok Saka ga bisa”. (atau sebaliknya). Berkali2 gua bilang, ga boleh kayak gt. Eh tetep aja lah. Dia terhadap gua dan adik gua pun kan gitu. Selalu anggap cara yg dia pakai ke gua ya udah pasti berhasil dipakai juga ke adik gua (dan sebaliknya). Little did she know ya.

Itulah kenapa gua bilang, ke anak itu harus kenal karakter. Harus bisa bedakan anak 1 dan lainnya. Bukan berarti kita membeda2kan dalam arti tidak adil atau gimana ya. Lha ya memang harus dibedakan, karena memang beda. Memang ga bisa disamaratakan. Gimana biar kenal karakter anak, gimana biar tau cara menghandle anak. Lha ya itulah gunanya menghabiskan waktu sama anak dengan berkualitas (bukan kuantitas).

Gua juga masih pemula, bukan mau sok tau. Anak gua masih kecil, baru dua juga. Cuman beneran deh, gua merasa anak2 itu (semua anak, bukan cuman anak gua doang) lebih hebat dari yg kita pikir. Kita kadang suka underestimate dgn bilang, “ah dia kan masih anak2”.

Tiap kali, ini beneran TIAP KALI, gua mentok ngatasin anak gua (Dylan ya, kl saka belum bisa), gua selalu ambil nafas, mundur selangkah, lalu deketin dan AJAK BICARA. Beneran ajak bicara kayak elu ajak bicara ke seumuran elu. Dan posisi lu haruslah sejajar mata, berdua doang, JANGAN DI DEPAN UMUM atau apalagi depan nyokap gua.. >.< Biasanya gua ajak omong saat itu juga sih, krn anak seumur Dylan masih blm bisa memilah konsep waktu. Kl diajak omong nya ketika moment udah lewat, biasanya dia ga akan nangkep maksud gua. Tapi kl dia ingat dan dia mengungkit sebuah kejadian, nah itu bisa juga dijadiin moment utk bicara baik2.

Lu tanya baik2, kenapa. Kalau dia marah, tanya kenapa marah. Kl si anak udah jawab, JANGAN TRUS DIMARAHIN. Jangan bilang ke anak elu kalau anak elu ga boleh marah. Gua selalu bilang, “marah boleh, tapi caranya yang bener. Marah boleh, tapi jangan lama-lama”

Begitu juga dengan sedih. Pokoknya negative feeling itu penting untuk diarahin. Bukan dilarang seolah2 elu dosa kl lu punya emosi negative. Kalau nangis, tanya kenapa nangis. Apa yg bikin nangis. Kenapa ga suka. Apa yg bikin ga suka. Cari tau kenapa anak elu bertindak seperti itu. Cari tau apa yg bikin dia sedih/marah/nangis/ga suka. Begitu juga dgn positive feeling. Itu yg gua lakuin biar kenal karakter anak gua.

Semoga gua bisa terus dikasih sabar buat ngejabanin anak2 ya. Hahahahha… kadang sebel juga, kesel, jenuh, emosi jadinya. Ya mami juga manusia. Tapi Dylan ini udh mulai bisa mendeteksi kl gua marah/ga suka. Dan apa yg gua suka, dia jg udah mulai tau.

Hahahaha.. entahlah. Jadi peran ibu ini agak bikin gua deg2n sbnrnya. Trial and error itu mesti aja. Yang gua selalu ingat2 itu adalah, gua sebagai ibu nya anak2 itu adalah tempat mereka pulang. Makanya, harus bikin anak2 betah ama ibunya. Harus bikin mereka feel save, merasa nyaman, dan merasa bahwa semua akan baik2 aja, merasa tenang. Merasa dipeluk. Bukan dimanja jd lemah ya, tp dimanja jadi kuat.

Udah ah, jadi panjang.

 

Day 13: What are you excited about

Actually, today is the first day Dylan go to school. Like, serious kinda school. Hahaha.. kl yg kemarin itu kan semacam playgroup. He didn’t have homeworks, he didn’t get any suspension when he made mistakes.

Yang ini sekolah serius. Dylan sekarang di kelas K1.

Dylan bersemangat pergi sekolah. Dari semenjak trial di beberapa tempat, dia tuh ga pernah terlihat ragu/males untuk pergi dan masuk kelas.

Ga pernah minta ditemenin masuk kelas.

Ga pernah menggeleng ketika gua bilang, “Dyl, besok trial di sekolah ini ya..”

I am a proud mom.

Entah dia dapat semangat itu dari mana. Apakah dari yutub yang dia suka tonton? Apakah dari cerita2 gua? Gua jarang cerita tentang sekolah ke Dylan. Gua cuman bilang ke dia bahwa di sekolah banyak teman, belajar hal baru, dan senang2.

Kl yutub, selera dia memang berubah sih.. dulu dia sukanya macam Pocoyo atau film2 kartun anak2 gitu kan. Kl sekarang, dia lebih tertarik lihat vlog anak2 gitu.. Dia suka liat kehidupan anak2 lain. Vlog nya anak2 luar negeri jd kayaknya dia jg banyak belajar bahasa inggris dari situ.

Disclaimer: Dia tentu aja selalu dalam pengawasan gua kl lagi nonton yutub atau pakai henpon. Dan akhir2 ini dia juga lebih jarang buka henpon.. lebih tertarik sama kegiatan fisik. So, yeah.. don’t worry about it. Hahahah..

Tapi Dylan ini tiap main ke playground ataupun sesimpel belanja di supermarket, dia gampang banget kayaknya tau2 lagi main sama anak lainnya.

So anyway, ketika anak lu beranjak dewasa, ketika mereka mencapai perkembangannya.. milestone demi milestone.. tiap ibu pastilah merasa bittersweet. Antara sedih karena kehilangan sosok ‘baby’ nya tapi juga bangga karena baby nya itu udah bukan baby lagi.. Wkwkwkwk semoga penjelasannya masuk akal ya..

Setiap masa perkembangan anak itu memang mengagumkan. Dan Dylan ini memang keliatan perubahannya dari baby boy yang manis dan unyu unyu perlahan menjadi anak cowok yang ga bisa diam dan mulai nunjukin ‘perlawanan’ just because he can.

Sekarang, hobi dia itu adalah menambahkan kata tanya di setiap hal:
mami, ini apa? buat apa? beli di mana? kenapa? kapan? caranya gimana?

Which is good. I don’t mind. Tapi kadang timingnya ga pas. Kayak kemarin, lagi di pasar, gua lagi pilih2 sayur, dia malah nanya perihal kipas angin yang dipasang di langit-langit pasar..

“mami itu apa? kipas angin buat apa? kenapa di atas? kenapa buat biar dingin? kenapa kepanasan? kipas anginnya muter kenapa muter? baling-balingnya ada berapa? dari plastik atau dari bambu?

begitulah..

But! I am so exciting about Dylan go to school. Yay! That feeling, when you see your kids wearing uniform for the first time.. and then watch them go inside the school and joining their friends to play and stuff.. and then you have to leave them for like 4 hours. You can’t really know what your kids doing there. Are they gonna behave well? Kayak semacam semua didikan elu ke anak lu di rumah itu diuji. Hahahaha…

Apakah anak gua bisa ke kamar mandi sendiri?
Apakah anak gua bisa bersikap baik?
Apakah anak gua bisa membela dirinya ketika merasa ‘diserang’?
Apakah anak gua belajar dengan baik?
Bersosialisasi dengan baik?

All that kind of stuff.. Memang sih semua proses, anak umur segitu ya akan bersikap sesuai umurnya dia. Tapi tetap sih berasa diuji aja (kalau gua mah..). Hahahahha..

Selain itu i feel like, you kinda learn to let them go. And they kinda learn to face the world without you.

Whatever. Hahaha.. gua udah ngantuk banget ini. Udah ya.. udah cukup panjang blog nya… wkwkwkw

Day 12: Write about 5 blessing in your life.

Susah susah gampang..

1. My kids
2. My health
3. The house where i stay right now
4. My parents
5. My friends

“I still remember the days I prayed for the things I have now”

Gua pernah baca kalimat itu, somewhere on Pinterest (pinterest, my laff)

Dan benar adanya bahwa 5 hal yg gua tulis di atas itu (5 diantara banyak berkat yang ada di hidup gua), gua pernah memanjatkan doa dan gua masih ingat hari-hari dimana doa itu rajin gua panjatkan.

Setiap hari, setiap jam, setiap tarikan nafas yang kita miliki itu tersimpan banyak berkat untuk disyukuri. Jadi janganlah banyak ngeluh, banyak merasa bosan, merasa hidup cuman jalan di tempat.

Gua pernah melalui masa-masa dimana gua merasa suntuk luar biasa. Di saat teman-teman yang lain punya kesibukan sendiri, lha gua cuman bengong2 aja di rumah. Ga tau mau ngapain. Mana dulu itu gua kan tinggal sendirian jauh dari orang tua. Jadi kalau weekend ga ada temen yang bisa diajakin ngapain, ya gua di rumah aja entah ngerjain apa.. hahahhaa

Trus gua cari kerja ke luar kota. Hahaha.. awalnya gua pun merasa ide gila sih. Apakah gua bisa bertahan? Tapi dengan bermodalkan nekad dan doa, ya udah. Begitu keterima kerja, gua pun berangkat.

Kalau nih, sekarang gua blm dikaruniai anak, gua pun akan melakukan hal yang sama saat ini. Hahaha.. tapi ya kl udah ada anak, memang semua prioritas akan berubah sih. Jadi let’s just enjoy this momment sambil nyusun bucket list biar nanti begitu anak mandiri, kita pun punya segudang daftar untuk dilakuin. Ihiy!

Cuman memang aneh, ketika gua merasa sangat butuh sendiri,  trus gua dikasih waktu untuk sendiri. Eh malah yang ada gua merindukan direcokin sama anak kucing nan manja itu. Hidup ini aneh memang.

Day 11: Something you always think “What if..” about.

Oh!

I have this biggest regret of my life. And everytime i think about it, i’d just want to punch myself.

It’s about me, buying a house. I canceled buying a house just because my boyfriend told me not to buy it. This boyfriend is my husband now. So, yeah.. it’s between i want to punch him or i just gonna punch myself because i actually THAT stupid to do such a STUPID decision. I was so so so so stupid.

And everytime i go by that house, i was like, GOD damn it! I can not believe how stupid i was. I just can’t believe it.

So yeah, it keeps haunting me with this ‘what if i bought that house’. I could go crazy with that thought.. you know.

This house location is so strategic you can’t even imagine. Ibaratnya, lu bersin aja lu bisa tau2 ada di AEON mall.. Gila ya.

Sungguh sungguh keputusan yang bodoh. Ya ampun, metttttt…

Tapi ya udahlah.. lesson learned. In a hard way. But, i kinda think i need that. Kalau ga dijitak, kadang gua memang suka SOK TAU. Tsk —

Itu salah satu penyesalan hidup terbesar sih. Diantara banyak penyesalan lain yang gua alamin, itu yang paling gua susah move on.

Sekarang gua ngobatinnya ya cuman dengan cari cara biar bisa nabung dan beli rumah. Hahahaha.. sungguh optimis sekali ya. Tapi ya udahlah, semoga bodohnya ga terus-terusan.

Day 10: Write about something for which you feel strongly

Aduh.. makin lama makin telat posting blog nyaaaa.. wkwkwkwkwk

So, day 10 topic is about something i feel strongly about.

Hmm

I dislike pointless arguments with stubborn people.

Gua bisa stress sendiri kayaknya kalau harus debat sama orang keras kepala. Biasanya kalau udah terjebak di situasi kayak gitu, gua iya iya aja daripada pusing.

Gua ini bisa lho tega gua cuekin aja orang keras kepala yang riweh ga jelas berargumen panjang lebar sama gua.

Ada quotes yang bilang bahwa:
“The biggest communication problem is we do not listen to understand. But we listen to reply”

Makanya jadi ruwet urusan..

Gua bisa bilang bahwa gua termasuk orang yang bisa diajak komunikasi. Gua mau kok disuru duduk buat diskusi suatu hal, cari solusi barengan tanpa naik emosinya..

TAPI kalau yang gua hadapin orangnya cuman pengen nunjukin dia bener dan ga mau dengerin penjelasan gua. Ya ngapain.

Kalau ada masalah, gua mau kok jelasin alasan kenapa gua ambil keputusan ini itu atau kenapa gua berbuat ini itu. Kalau memang gua salah, ya kasi tau aja baik2..
Jangan belum juga nanya alasan gua, tapi udah main judge kalau gua salah. Hih. Jitak nih..

Gua juga orangnya terbuka untuk kompromi. Ga susah lah kalau sama gua mah, asal caranya aja yang sama sama enak.

Bisa kok keliatan orang yang memang berusaha mengerti argumen gua dengan orang yang cuman mau mojokin gua trus kayak seakan-akan dia orang paling bener di dunia. Ih. Kesel.

Hahahhaa.. udah ya, tar jadi curhat. Hahaha.. ini blog kebanyakan curhatnyeeee

Day 9: Post some words of wisdom that speak to you

Hm.. gua ga tau siapa yang ‘punya’ quotes ini. Gua nemu dulu banget, nemu di pinterest.

“Train your mind to see the good in every situation”

Pas baca quote itu, gua langsung kayak dapat pencerahan bahwa pikiran kita itu sesungguhnya bisa ‘dilatih’ untuk ga lebay, untuk bisa selalu nemu hal yang positif dari apapun.. dari situasi, dari seseorang, dari diri sendiri, dari apapun lah..

Abis baca quote itu, tiap kali gua BT sama suatu hal, gua keinget sama quote itu dan maksain otak gua untuk cari apa yang bisa gua syukuri. Awalnya ya susah lah pasti.. but they said practice makes perfect kan. Itu benar adanya.. hahahaha..

Sampai sekarang, gua rasa, quote itu sangat membantu gua untuk ga jadi drama queen, untuk selalu bersyukur, untuk ga terjebak sama emosi.

Kadang emosi itu memang suka menjebak sih, kadang ya emosi juga. Tapi ga selebay dulu.. hahaha..

Tapi gua ini penggila quote sih.. hahahha, seneng cari quote yang bisa dijadiin life guide ataupun ya quote yang manis2 gitu untuk kasih makan hati ini yang kadang pengen dimanis2in.. hahah

Kumpulan quote gua ada di sini, in case anyone wondering..

Iya, pinterest is my thing.

Day 8: Share something you struggle with

Struggle.

Katanya hidup ini adalah perjuangan. Tiap hari adalah perjuangan. Berjuang untuk tetap bersemangat, tetap memiliki harapan, dan bertahan untuk hidup.

I’m not gonna share my personal problem because i’d like to keep things simple and well, personal. Hahaha.. (Padahal mah takut tar kebablasan curhat)

But as far as i know, gua selalu berusaha untuk tidak mengeluh. Because i know, it’s not gonna make your life any better.

So, I’m just gonna share tips i found about how to have a better life. And this really works for me.

day 8

 

I actually know someone who really drowned in sadness and not being able to feel happy. Everyday she’s just doesn’t know what to do with her life. Ga punya harapan apapun. Tiap hari ya cuman bangun, jalanin rutinitas, trus nunggu malam, tidur, besoknya ya gitu lagi.

Sedih sih, tapi ya gimana. Orang sekitarnya pun susah untuk bikin dia happy karena dari dalam dirinya dia pun susah untuk merasa happy. Dan itu terjadi ga instan, ada proses. Prosesnya ya dari masalah-masalah kecil sampai besar yang ga pernah diselesaikan. Hanya disimpan, dipikirin, tapi ga move on. Lama-lama numpuk dan kewalahan.

Ga bisa merasa enjoy dengan diri sendiri. Bosan kalau sendirian. Ga punya hobi. Ga kenal sama diri sendiri. It’s really exhausting. And it’s a constant struggle.

Bosan kalau sendirian.

Gua jadi ingat, beberapa waktu lalu baca artikel tentang parenting.. (dasar ibuk ibuk.. hahaha topik bahasan ga jauh2 dari parenting ya..) But this is interesting. Please bear with me, guys..

Nah sebagai orangtua dari dua orang balita, kayaknya mind set gua itu (dulu) adalah pokoknya sehari2 itu anak2 ga boleh bosan. Harus cari/kasih kegiatan yang stimulasi ini itu, janganlah sampai bosan. (soalnya biasanya kalau anak bosan itu bakal ngerecokin orangtuanya… hahahha)

Abis itu, gua nemu artikel yang bilang bahwa anak2 itu harus dibiarkan merasa bosan (sesekali, maksudnya.. bukan yang terus menerus).

Kenapa?

Soalnya biar mereka bisa mencari cara sendiri untuk menemukan apa yang bikin mereka tidak bosan lagi. Jadi semacam kemampuan mencari solusi (bagi diri sendiri). Selain itu juga menstimulasi kreatifitas mereka.

Such a WOW momment, don’t you think? Yes? yes??

Bener2 eye opening kan ya! Ini nih kayaknya pangkalnya seseorang mengenal diri sendiri.

I just love this kind of parenting. Kasih anak untuk explore diri sendiri, kenal diri sendiri, orangtua ya tetap awasin dan kasih arahan.

Ini artikel lengkapnya:

http://www.bbc.com/news/education-21895704

Oiya, mantra gua kalau gua menghadapi masalah itu biasanya gua bilang ke diri sendiri, jangan lebay. Coba pikir lagi. Ga usah ngeluh. Ga usah cari kambing hitam. Coba pikir/cari apa yang bisa gua lakuin. DAN satu hal.. kalau memang setelah gua cerna dan masalah itu bukan salah gua, just let it go. Ga usah coba perbaikin kalau memang ga bisa diperbaikin. Just let it go. Ga usah pusing. Sebodo amat. Don’t wasting your time on something pointless.

Tapi gua kan aquarius. Aquarius is a master at ignoring things.

 

 

Day 7: List 10 songs that you’ve loving right now

Iya, telat ini postingnya harusnya semalam. Tapi dasar internetnya nyungsep gegara hujan besar di Tangsel. Tsk ~~

Honestly, once i read that, one song that straight up into my mind is, “dora doraaa.. and friends, going into the city..”

*hang head in shame*

Those kids songs really washed my brain. Oh dear Lord..

But anyway, after awhile.. I take a time to remember some songs that i’m loving these past couple of days.

1. Pentatonix – No
Gua lagi ngefans banget sama Pentatonix.. lagu ini terngiang2 seharian.

2. Pink – Just Like a Fire

Awesome, awesome performance. Pink is awesome. I’m in love. Kalo nonton interviewnya Pink (dimanapun), dia ini kayaknya humble dan menyenangkan. Seneng deh liatnya..

3. Jeremy Jordan – It’s all coming back to me now

I could watch this video over and over..

4. Kelly Clarkson – a piece of me
Lagu ini sebenernya aslinya itu nadanya cepet, beat nya juga cepet. Nah, gua awalnya ga gitu suka. Tapi pas Kelly Clarkson nyanyiin lagu ini di American Idol, aduuhh.. langsung suka. Hahaha.. Lagunya jadi ballads, dinyanyiinnya pake nangis segala. Aduhh..

5. Kahitna, any song by Kahitna. Every song by Kahitna..
Sebenernya ga ada lagu Kahitna yang ga bikin gua meraung-raung sih.. hahahha.. Udah lah, udah ga tau lagi harus gimana sama lagu-lagu kahitna ini..

6. Rizky Febian – Kesempurnaan Cinta
Ini nih.. yang begini ini nih.. yang bikin gua guilty feeling. Mau ga suka, tapi tiap denger lagunya atau liat videonya, ini hati rasanya adem. Hahahha.. hampura atuhlah rizky febian.

7. Daniela Andrade – La Vie En Rose
Lagu ini.. aduh, gimana ya. Bikin pengen jatuh cinta lagi.. hahahaha.. Gua suka sama yg dibawain Daniela Andrade. Sebenernya lagu apapun kl dia yg nyanyiin gua suka.

8. Cyrus – Man in the mirror
Gua seneng liat cowok main gitar sambil nyanyi.. ya Tuhan. Hahaha.. Trus pas kapan ga sengaja sih sebenernya nemu video ini. Trus jadi earworm seharian.

9. Daniel de Bourg – Try Sleeping with a broken heart
Lagu aslinya punya Alicia Keys. Tapi gua lebih suka versi ini.. Cowok, dengan rambut baru bangun tidurnya. Pakai kaos putih. Jantung ini…

10. Coldplay – Adventure of A lifetime
Random banget ada coldplay di playlist gua ya.. hahaha..

Ih, pop banget selera musik gua. Pdhl sebenernya sih lagi ga punya referensi lagu aja.. Kayaknya selera musik gua agak berubah dah.. dari pop ke lagu anak-anak.. hahahaha..

Day 6: Five ways to win your heart

Oh my.. this is my favorite topic. Hahaha

1. Manners
Because manners never fails. Manners will take you far.
Ada quote yang bagus tentang manners:
“If they respect you, respect them. If they disrespect you, still respect them. Do not allow the actions of others to decrease your good manners, because you represent yourself. Not others”

Dan lelaki dengan manners yang bagus itu.. membutakan hatiku lah pokoknya. Hahaha.. Tau etika, tau sopan santun, ga ngomong sembarangan. Integrity is everything. Manners shows who you really are.

2. Same sense of humor as mine. Because my sense of humor is kinda weird. Hahahhaa.. ga banyak yang bisa satu frekuensi sama gua sih sebenernya.. So, if i laugh at your jokes, then we’re good. If you laugh at my jokes, then even better..

3. Open minded people. Because we look up at the same stars and see such different things. Hidup ini kan katanya proses belajar yang ga pernah habis. Jadi sangat menyenangkan kalau ketemu sama orang yang berpikiran terbuka, ga menghakimi, ga kaku sama pola pikir yang dia pegang. Gua sangat mengagumi orang yang punya prinsip hidup yang kuat, tapi ya kalau ada orang yg beda prinsipnya sama dia, ya udahlah ya.. ga usah ribet ngatur2 prinsip hidup orang lain. Learn new things, learn about people, learn about your friends, your kids, your parents, even your enemy.. i think it takes an open mind to be able to learn those things. So, yeah, open minded people always wins my heart..

4. Someone to have conversation with. Not just talking, but conversation. Silly conversation to meaningfull conversation. Someone who really listen. Someone who let me get to know him better and also taking time to know me better. Percuma kalau kece abis tapi pas diajak ngobrol ga nyambung.. iya kan?

5. Smells good. Dress well. Taking time to take care of himself. Like, in any way.. in health, the way he dress, the way he eats.. Ga perlu lah direwelin ini itu, tapi dia sadar diri sendiri aja kalau taking care of self sama pentingnya dengan taking care of your spouse.

End of discussion.

%d blogger menyukai ini: